Showing posts with label Agama. Show all posts
Showing posts with label Agama. Show all posts

Saturday, 15 August 2015

UNTUK PARA ISTERI


Image result for gambar chating
Sekadar Gambar hiasan



“Tidaklah aku meninggalkan sesudahku suatu fitnah yang lebih berbahaya bagi laki-laki daripada wanita.” (HR. Muslim)
Sahabat Ummi, berbicara antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram pada dasarnya tidak dilarang apabila pembicaraan itu memenuhi syarat-syarat yang sudah ditentukan oleh syara', begitu pula dengan chatting via sosmed, ataupun aplikasi messenger lainnya.
Dalam sejarah kita lihat bahwa isteri-isteri Rasulullah SAW berbicara dengan para sahabat, ketika menjawab pertanyaan yang mereka ajukan tentang hukum agama. Bahkan ada antara isteri Nabi SAW yang menjadi guru para sahabat selepas wafatnya baginda yaitu Aisyah RA.
Akan tetapi ada beberapa adab yang perlu diperhatikan ketika chatting dengan lawan jenis selain pasangan kita, karena Islam sangat menjaga ummatnya dari godaan syahwat untuk berzina, adab yang perlu diperhatikan di antaranya:
1.Hanya untuk Keperluan Penting
 Jika chatting tidak untuk keperluan yang penting, maka segeralah dihentikan, karena termasuk ke dalam perbuatan sia-sia.
2. Durasi tidak lama
Hal yang perlu diperhatikan lainnya adalah masalah waktu atau durasi, jangan sampai melampaui batas. Berapa lamakah waktu yang diperlukan untuk membicarakan hal yag penting? Meski hanya melalui whats app, chatting sebentar saja sudah cukup jika memang dilakukan hanya berdua, jika ingin lebih lama, lakukanlah chatting di forum.
3. Jangan Sengaja Menarik Hati Lawan Chatting
Dalam hal ini, Allah SWT berfirman yang artinya:
"Karena itu janganlah kamu (isteri-isteri Rasul) tunduk(yakni melembutkan suara) dalam berbicara sehingga orang yang dalam hatinya ada penyakit memiliki keinginan buruk. Tetapi ucapkanlah perkataan yang baik". (QS. al-Ahzab: 32)
Imam Qurtubi menafsirkan kata  'Takhdha'na'  (tunduk) dalam ayat di atas dengan arti lainul qaul (melembutkan suara) yang memberikan rasa ikatan dalam hati. Yaitu menarik hati orang yang mendengarnya atau membacanya adalah dilarang dalam agama kita.
Artinya pembicaraan yang dilarang adalah pembicaraan yang menyebabkan fitnah dengan melembutkan suara. Termasuk di sini adalah kata-kata yang diungkapkan dalam bentuk tulisan. Karena dengan tulisan seseorang juga bisa mengungkapkan kata-kata yang menyebabkan seseorang merasakan hubungan istimewa, kemudian menimbulkan keinginan yang tidak baik.
 4. Larangan Khalwat (Berduaan)
 "Janganlah ada di antara kalian yang berkhalwat dengan seorang wanita kecuali dengan mahramnya." (HR. Bukhari dan Muslim)
Khalwat adalah perbuatan menyepi yang dilakukan oleh laki-laki dengan perempuan yang bukan mahram dan tidak diketahui oleh orang lain. Perbuatan ini dilarang karena ia dapat menyebabkan atau memberikan peluang kepada pelakunya untuk terjatuh dalam perbuatan yang dilarang.
"Tiadalah seorang lelaki dan perempuan itu jika mereka berdua-duaan melainkan syaitanlah yg ketiganya." (Hadis Sahih)
Khalwat bukan saja dengan duduk berduaan. Tetapi berbicara melalui telepon atau chatting di luar keperluan syar'i juga dapat dikatakan berkhalwat.
Hukum chatting sama dengan menelepon sebagai mana yang sudah kita terangkan di atas. Artinya chatting di luar keperluan yang syar'i termasuk khalwat. Begitu juga dengan sms. Walaupun dengan niat berdakwah.
Namun bila ada tuntutan syar'i yang darurat, maka itu diperbolehkan sesuai keperluan. Tentunya dengan syarat-syarat yang sudah dijelaskan. Di sinilah menuntut kejujuran kita kepada Allah, apakah tetap mengatasnamakan dakwah demi menutupi kedok nafsu untuk berkhalwat dengan lawan jenis, ataukah kita bersedia menahan nafsu dan melakukan chatting di forum terbuka agar tidak terjadi hal-hal yang dilarang Allah. Wallaahu alam.

Tuesday, 17 February 2015

Dua waktu Tidur Yang Di Benci Allah



Dua waktu Tidur Yang Di Benci Allah


1. Tidur di Pagi Hari Setelah Shalat Shubuh
DARI Sakhr bin Wadi’ah Al-Ghamidi radliyallaahu ‘anhu bahwasannya Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda :
ﺎﻫﺭﻮﻜﺑ ﻲﻓ ﻲﺘﻣﻷ ﻙﺭﺎﺑ ﻢﻬﻠﻟﺍ
”Ya Allah, berkati lah bagi ummatku pada pagi harinya” (HR. Abu dawud 3/517, Ibnu Majah 2/752, Ath-Thayalisi halaman 175, dan Ibnu Hibban 7/122 dengan sanad shahih).
Ibnul-Qayyim telah berkata tentang keutamaan awal hari dan makruhnya menyia-nyiakan waktu dengan tidur, dimana beliau berkata : “Termasuk hal yang makruh bagi mereka  iaitu orang salih  adalah
tidur antara shalat shubuh dengan terbitnya matahari, kerana waktu itu adalah waktu yang sangat berharga sekali. Terdapat kebiasaan yang menarik dan agung sekali mengenai manfaat waktu tersebut dari orang-orang salih,  walaupun mereka berjalan sepanjang malam mereka tidak toleransi untuk istirehat pada waktu tersebut hingga matahari terbit. Kerana ia adalah awal hari dan sekaligus sebagai kuncinya.
Ia merupakan waktu turunnya rezeki, adanya pembagian, turunnya keberkatan, dan darinya hari itu berjalan dan mengembalikan segala kejadian, hari itu atas kejadian yang mahal tersebut. Maka rugi tidur pada ketika  itu seperti tidurnya orang yang terpaksa” (Madaarijus-Saalikiin 1/459).
2. Tidur Sebelum Shalat Isya’
Diriwayatkan dari Abu Barzah radlyallaahu ‘anhu : ”Bahwasannya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam membenci tidur sebelum shalat isya’ dan bercerita selepasnya” (HR. Bukhari 568 dan Muslim 647).
hadits-hadits Nabi menerangkan makruhnya tidur sebelum shalat isya’. Oleh sebab itu At-Tirmidzi (1/314) mengatakan : “ulama menyatakan makruh hukumnya tidur sebelum shalat isya’ dan bercerita setelahnya. Dan sebagian ulama’ lainnya memberi keringanan dalam masalah ini. Abdullah bin Mubarak mengatakan : “Kebanyakan hadits-hadits Nabi melarangnya, sebagian ulama membolehkan tidur sebelum shalat isya’ khusus di bulan Ramadan saja”.
Al-Hafidh Ibnu Hajar berkata dalam Fathul-Baari (2/49) : “Di antara para ulama melihat adanya keringanan (iaitu) mengecualikan bila ada orang yang akan membangunkannya untuk shalat, atau diketahui dari kebiasaannya bahwa tidurnya tidak sampai melewatkan waktu shalat. Pendapat ini juga tepat, kerana kita katakan bahwa alasan larangan tersebut adalah bimbang terlewatnya waktu shalat”.

Sunday, 18 January 2015

FITNAH MEMBAWA KEHANCURAN

 FITNAH MEMBAWA KEHANCURAN
Ustaz Sayed Hasan Alatas
http://www.shiar-islam.com

“FITNAH”, yaitu menyiarkan sesuatu berita tanpa dasar kebenaran, dengan tujuan untuk mencemarkan nama baik seseorang, dan bagi pemfitnah tersebut pula mudah untuknya mencapai segala cita-citanya. Perbuatan yang tercela seperti ini dilarang oleh Allah S.W.T. dan orang yang membuat fitnah itu akan ditimpa azab yang amat pedih.

Allah S.W.T. berfirman yang maksudnya: “Sesungguhnya orang-orang yang mendatangkan fitnah kepada orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan, kemudian mereka tidak bertaubat, maka bagi mereka azab jahannam dan bagi mereka azab (neraka) yang sangat pedih”. (Q.S. al-Buruj: 10)

Allah S.W.T. berfirman yang maksudnya: “Wahai orang yang beriman! Jauhilah dari kebanyakan sangkaan, karena sesungguhnya sebahgian daripada sangkaan itu adalah dosa, dan janganlah kamu mengintip atau mencari-cari kesalahan dan keaiban orang, dan janganlah kamu mengumpat setengah yang lain. Adakah seseorang kamu suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Sudah tentu kamu jijik kepadanya. (Oleh itu patuhilah larangan tersebut) dan bertaqwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha penerima taubat dan Maha penyayang.” (Q.S. al-Hujurat: 12)

Untuk menghadapi mereka yang memerangi umat Islam, Allah S.W.T. berfirman: “Perangilah mereka sehingga tidak ada lagi fitnah dan agama itu hanya untuk Allah. Jika mereka berhenti (memusuhi kamu), maka tidak ada lagi permusuhan, kecuali terhadap orang-orang yang zalim. (Q.S. al-Baqarah: 193)

Fitnah itu lebih besar dosanya daripada dosa membunuh (manusia yang tak bersalah), Allah S.W.T. berfirman yang maksudnya: “Berbuat fitnah lebih besar dosanya daripada membunuh. (Q.S. al-Baqarah: 217)

Sebab dan akibat dari fitnah akan mengakibatkan korban yang sungguh dahsyat, bukan saja nama orang yang difitnah itu mendapat aib, tetapi boleh mengakibatkan lenyapnya satu-satu bangsa, ataupun jatuhnya sesebuah negara, akibat korban fitnah.

Sejarah Islam telah menjadi bukti yang nyata iaitu dimana tiga orang Khalifah Islam menjadi korban fitnah, seperti terbunuhnya Khalifah Umar ibnu Khattab R.A., terbunuhnya Khalifah Othman bin Affan R.A., terbunuhnya Khalifah Ali bin Abi Thalib R.A., dan juga antara lainnya iaitu zuriat Nabi S.A.W. sendiri, yang dibunuh dengan kejamnya oleh manusia-manusia yang gila akan kuasa.

Allah S.W.T. berfirman yang maksudnya: “Wahai orang yang beriman! Jika datang kepada kamu seorang fasik membawa berita, maka selidikilah (untuk menentukan kebenarannya) supaya kamu tidak menimpakan sesuatu kaum dengan perkara yang tidak diingini dengan sebab kejahilan kamu (mengenainya) sehingga menyebabkan kamu menyesali apa yang kamu telah lakukan.” (Q.S. al-Hujurat: 6)

Kita dapati banyak ayat-ayat Al-Quran yang menyebut dan menjelaskan berkenaan fitnah: Sila rujuk Al-Quranul Karim: 2:191, 2:193, 2:217, 3:7, 4:91, 5:41, 6:23, 7:155, 8:25, 8:28, 8:39, 8:73, 9:47, 9:49, 17:60, 21:35, 21: 111, 22:53, 24:63, 25:20, 29:10, 35:14, 37:63, 39:49, 54:27, 60:5, 64:15, 74:31.

Sepatutnya umat Islam perlu melihat contoh yang telah ditunjukkan oleh Nabi S.A.W. dan para Sahabat Baginda dalam menghadapi musuh Islam dan sesama sendiri.

Allah S.W.T. berfirman yang maksudnya: “Muhammad Rasulallah dan orang yang bersama dengannya, bersifat keras dan tegas terhadap orang kafir yang (memusuhi Islam), dan bersifat kasih sayang dan belas kasihan sesama sendiri (ummat Islam).” (Q.S. al-Fath: 29).

Allah S.W.T. mengingatkan ummat Islam dalam firmannya yang bermaksud: “Wahai orang-orang beriman! Janganlah kaum lelaki menghinakan kaum lelaki yang lain, karena boleh jadi yang dihinakan itu lebih baik daripada orang yang menghina. Dan janganlah kaum wanita menghina wanita yang lain, boleh jadi yang dihina itu lebih baik daripada yang menghina.
Janganlah setengah kamu menyatakan keaiban setengah yang lain. Dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelaran yang buruk (yang tidak baik). Seburuk-buruk nama ialah fasik setelah beriman. Sesiapa tidak bertaubat, maka mereka itulah orang yang zalim.” (Q.S. al-Hujurat: 11)

Allah S.W.T. mengingatkan kita, sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah bersaudara sebagaimana firmanNya yang bermaksud: “Sesungguhnya orang yang beriman itu adalah bersaudara, maka damaikan antara dua saudara kamu (yang bertelingkah) itu, bertaqwalah kamu kepada Allah, supaya kamu beroleh rahmat.” (Q.S. al-Hujurat: 10)

Dari Abi Ayyub ia berkata, Rasulallah S.A.W. berfsabda: “Wahai Abi Ayyub, mahukah kamu kuberitahukan sesuatu sedekah yang amat disenangi oleh Allah dan RasulNya? Abi Ayyub menjawab, mahu ya Rasulallah. Lalu Rasulallah S.A.W. bersabda lagi: “Mendamaikan manusia yang saling bermusuhan dan saling memarahi.” (H.R.al-Tabrani)

Allah S.W.T. telah mengingatkan kita umat Islam, sebagaimana firmanNya yang bermaksud: “Janganlah kamu serupa dengan orang yang telah berpecah belah dan berselisih paham, sesudah datang kepada mereka bukti yang nyata dan mereka akan memperoleh azab yang besar.” (Q.S. Ali-‘Imran: 105)

Allah berfirman yang bermaksud:”Sesungguhnya orang yang berpecah belah sehingga menjadikan mereka golongan-golongan yang berpisah-pisah, maka engkau bukanlah dari golongangan mereka sedikit juapun.” (Q.S. al-An’am: 159)
Allah S.W.T. berfirman yang bermaksud: “Bepegang teguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliah) bermusuh-musuhan, maka Allah menjinakkan antara hatimu (sehingga kamu bersatu padu) maka jadilah kamu dengan nikmat Allah itu bersaudara. Dan kamu dahulu telah berada ditepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripada jurang neraka itu. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayatNya kepadamu, supaya kamu mendapat petunjuk.” (Q.S. Ali-‘Imran: 103)

Berpandukan kepada wahyu Ilahi, junjungan kita Nabi S.A.W., telah berjaya menyatukan seluruh Umat Islam dari berbagai bangsa dan suku puak, berkat perpaduan ini Umat Islam telah menjadi sebaik-baik umat disemua lapangan, dan menjadi contoh teladan bagi seluruh umat manusia. Demikian pula para sahabat berpandukan al-Quran dan Sunnah Nabi S.A.W., mereka telah berjaya menyebarkan luas ajaran Islam keseluruh pelosok dunia.

Jika kita kembali kepada sejarah kebangkitan Islam dan Umatnya dibawah pimpinan Nabi S.A.W. dan para sahabat, dan mahu mendalami ajaran Islam yang sebenarnya, maka tahulah kita bahwa Islam mengajak umat manusia kearah perpaduan, ini jelas dalam amal ibadah kita hanya menyembah Tuhan yang Maha Esa, yaitu Allah S.W.T.. Dalam ibadah menyembah Allah S.W.T. hanya mempunyai arah yang satu yaitu Ka’bah di Makkah. Kitab panduan yang sama al-Quranul Karim dan Sunnah Nabi S.A.W.. Umat manusia diingatkan bahwa mereka berasal dari ayah yang satu yaitu Nabi Adam A.S., kita disuruh saling berkenalan satu dengan lainnya, dan kita dilarang menghina keyakinan agama lain, dan banyak lagi petunuk Allah S.W.T. untuk menyatupadukan umat manusia, khasnya umat Islam, supaya mereka hidup aman damai dan dalam suasana kasih sayang (hal ini telah saya jelaskan dalam uraian berkenaan “Membina Kerukunan Ummat.”

Jika kita mahu menyelesaikan segala perbalahan yang timbul dengan berpandukan al-Quran dan Sunnah Nabi S.A.W., InsyaAllah akan terciptakan kembali kedamaian dan keamanan dikalangan Umat manusia, khasnya umat Islam.

Jauhkanlah diri kita dari sifat suka memfitnah, mengumpat, mengadu domba, mengikutkan hawa nafsu jahat, berpuak-puak, dan berbagai perangai yang tidak baik. Dekatkanlah diri kita kepada Allah S.W.T. dengan melakukan segala perintah dan menjaukan diri kita dari segala apa yang dilarangNya.

Sebagai manusia biasa sudah tentu kita mempunyai banyak kelemahan dan kesalahan, oleh itu lebih baik kita memperbaiki diri kita masing-masing, sambil mohon ampun atas segala kesalahan dan kelemahan kita. Belum lagi terlambat jika kita sudi melakukan perubahan terutama pada diri kita masing-masing sambil memohon petujuk dan panduan dari Allah S.W.T. Tinggalkan sifat suka sangat mencari-cari kesalahan orang lain dan melupakan kesalahan sendiri, seperti kata peribahasa: “Semut diseberang lautan kelihatan, gajah dipelupuk mata, tak nampak.”

Tidak ada yang sempurna di dunia yang fana ini, kita disuruh kepada yang baik dan menjauhkan diri dari yang mungkar. Ajaklah manusia kejalan Allah S.W.T. secara hikmah dan pengajaran yang baik. Kalaupun nak bantah, bantahlah dengan cara yang lebih baik, hentikan segala fitnah memfitnah. Bekerjasama dalam hal-hal yang menyangkut kepentingan bersama, jauhkan diri dari amal perbuatan yang boleh menimbulkan haru biru, yang hanya menguntungkan orang lain dan akan merugikan diri sendiri, malah akan membawa akibat hingga ke anak cucu dimasa akan datang. “Menang sorak kampong tergadai.”

Sejarah telah mengajar kita akibat bersengketa sesama kita, orang lain akan menangguk diair keruh. Nabi S.A.W. telah berjaya membawa umat kearah persaudaraan dan perpaduan, sehingga umat Islam ketika itu menjadi umat yang terbilang. Jumlah umat Islam yang sedikit dapat mengalahkan musuh yang jauh lebih banyak, sehingga mereka menjadi sebaik-baik ummat. Kita yakin dan percaya, zaman kegemilangan umat Islam akan menjadi kenyataan kembali, asalkan kita sanggup kembali berpandukan al-Quran dan Sunnah Nabi S.A.W..

Buang yang keruh dan ambillah yang jernih, demi kebahagian dan keselamatan kita dan anak cucu kita dikemudian hari.

Allah S.W.T. mengingatkkan kita yang maksudnya: “Demi masa sesungguhnya manusia dalam kerugian, kecuali mereka yang beriman dan beramal salih dan saling nasihat menasihati kebenaran dan saling nasihat menasihati kepada kesabaran.” (Q.S. al-Asr 1-3)

Semoga Allah S.W.T. memberi Hidayah dan TaufiqNya kepada kita semua, Amin Ya Rabbal ‘Alamin.

Sunday, 15 June 2014

JADUAL WAKTU BERBUKA PUASA DAN IMSAK TAHUN 2014

Jadual waktu berbuka puasa dan imsak tahun 2014 bersamaan 1435H seluruh negeri di Malaysia. Pihak Jabatan Kemajuan Islam (JAKIM) telah mengeluarkan takwim rasmi waktu berbuka puasa bagi seluruh kawasan atau daerah pada setiap negeri di sepanjang musim bulan Ramadhan. Semoga jadual dibawah dapat dijadikan panduan atau rujukan kepada seluruh umat islam di Malaysia untuk menunaikan ibadah puasa pada bulan yang mulia dan penuh keberkatan.
ramadhan
Jadual Waktu Berbuka Puasa Dan Imsak 2014/ 1435H Seluruh Malaysia
Nota: Sila klik pautan yang tertera diatas untuk Download Jadual Waktu Berbuka Puasa dan Imsak bagi setiap negeri masing-masing. Selamat menyambut Ramadhan dan selamat berpuasa.

Saturday, 26 April 2014

SUBHANALLAH!!!...GAMBAR KUBUR BERCAHAYA-RENUNGAN UNTUK SEMUA




Gambar kubur jenazah Haslinatul Adlin Binti Abdullah Halimi bercahaya milik pesakit kanser telah menggemparkan pengguna dilaman sosial. Insiden dipercayai berlaku ketika majlis pengebumian Allahyarhammah Hasnilatul Adilin di Tanah Perkuburan Changkat Jering, Perak. Punca kematian adalah disebabkan barah payudara dan mangsa meninggal dunia pada 20 April 2014 yang lalu. Menariknya, kuburnya dikatakan bercahaya sewaktu jenazah hendak dikebumikan dan foto insiden pengebumian tersebut telah mendapat perhatian umum dilaman sosial.

Gambar Kubur Pesakit Kanser Bercahaya



Sunday, 13 April 2014

Renungan!!!!!!!!!!!!!!!


Bermadah Pujangga




Renungan

RENUNGAN AKAL-



MuhaSabaHKan Diri.......!!!




                BersaMa Kita RenunGKan 
 Dan Ambil Iktibar

Monday, 17 February 2014

SOLAT SUNAT DHUHA



SOLAT SUNAT DHUHA



|
1) Bilangan rakaat : 2 hingga 12 rakaat (2 rakaat 1 salam)
2) Waktu : Pagi anggaran 8.00 pagi hingga 11.00 pagi
Niatnya:
Maksudnya
"Sahaja aku sembahyang sunat Dhuha 2 rakaat kerana Allah Ta'ala"

3) Baca ketika sujud yang terakhir - 3 kali
4) Baca doa ini selesai solat

Maksudnya:
Ya Allah, sesungguhnya waktu Dhuha itu waktu DhuhaMu, kecantikanny adalah kecantikanMu,
keindahan itu keindahanMu, kekuatan itu kekuatanMu,
kekuasaan itu kekuasaanMu dan perlindungan itu perlindunganMu.
Ya Allah, jika rezekiku masih di langit, turunkanlah, dan jika di dalam bumi, keluarkanlah,
jika sukar, permudahkanlah, jika haram, sucikanlah dan jika jauh, dekatkanlah.
Berkat waktu dhuha, kecantikan. keindahan, kekuatan, kekuasaanMu,
limpahkan kepadaku segala yang Engkau telah limpahkan kepada hamba-hambaMu yang soleh

Saturday, 15 February 2014

SEBAB DAN PUNCA KENAPA HARI KEKASIH HARAM DISAMBUT ORANG ISLAM



Punca sebenar kenapa hari kekasih atau Valentine’s Day haram disambut oleh orang islam. Pihak JAKIM telah memfatwakan bahawa hari kekasih adalah haram diraikan oleh umat islam kerana perayaan tersebut bertentangan dengan ajaran islam. 

Selain itu, ianya mempunyai unsur-unsur agama lain iaitu Kristian dan amalannya yang bercampur dengan perbuatan maksiat adalah bercanggah dan dilarang Islam. Muzakarah juga berpendapat bahawa ajaran Islam amat mengutamakan kasih sayang dan tiada hari tertentu untuk meraikannya. Untuk info, hari kekasih disambut pada 14 Februari setiap tahun bagi meraikan hubungan kasih sayang antara dua insan yang sedang hangat bercinta.




Hari-Valentine-Haram

Punca Kenapa Hari Kekasih Haram Disambut Orang Islam
Hari Kekasih atau lebih tepat disebut Valentine Day diraikan oleh penganut agama Kristian pada 14 Februari setiap tahun. Tujuan ia diraikan adalah sebagai memperingati dua orang paderi bernama Valentine yang berasal dari Rom dan Terni. Kedua-dua paderi tersebut dikatakan telah mati demi mempertahankan agama Kristian.

Hari Valentine pada awalnya tidak sedikitpun berkait dengan cinta asmara. Ia dikatakan hanya dikaitkan dengan pengorbanan terhadap agama. Namun setelah puisi yang dikarang oleh Geoffrey Chaucher untuk majlis ulangtahun pertunangan Raja Richard II disalahertikan oleh pembaca, Hari Valentine menjadi sinonim dengan cinta dan kasih sayang.

Di seluruh dunia ramai yang turut meraikan hari tersebut walaupun berbeza pegangan agama. Ia diraikan dengan memberi hadiah, coklat, kad ucapan dan bunga-bungaan kepada pasangan masing-masing.

Sunday, 9 February 2014

RENUNGAN - SAJAK DUNIA DAN ISINYA TIADA NILAINYA BAGI TUHAN




Pada penilaian Tuhan, dunia dan isinya,
Maksud isi-isinya adalah khazanahnya,
Ada yang di langit, ada yang di bumi,
Ada di gunung, ada di lautan,
Ada di daratan, ada di hutan,
Ada di sungai,
Juga ada di perut bumi.

Intan berliannya, kayu-kayannya, ikan-ikannya,
Air dan minyaknya dan apa sahaja yang berharga
Bernilai dunia,
Bertambah lagi pangkat dan jawatan,
Sekalipun kekuasaan, pengikut-pengikut dan semua bentuk kesenangan,
Serta kebesaran,
Semuanya itu disisi Tuhan seperti
Sebelah sayap nyamuk tidak ada nilainya.

Kerana itulah para kekasih Tuhan 
Seperti nabi-nabi dan rasul-rasul,
Walaupun lama berjuang 
Tuhan tidak memberi mereka kesenangan bernilai dunia,
Seperti kekuasaan, seperti intan berlian,
Seperti kekayaan, seperti kesenangan yang berbentuk harta,
Makan minum, pakaian dan kenderaan,

Kerana pada Tuhan kalau itulah diberi kepada kekasihnya tidak padan,
Bahkan di dunia lagi mereka itu kekasih Tuhan disusah-susahkan,
Kerana kalau Tuhan balas di dunia lagi nikmat itu tidak berkekalan,
Di samping murahnya mengikut nilaian Tuhan.

Sebab itulah Tuhan simpan di Akhirat kelak sebagai balasan,
Kerana balasan Tuhan di Akhirat
Tidak ada tandingan,


Disamping kekal abadi tidak dapat dibayangkan keindahannya,
Sebab itulah kesenangan, kemewahan, kekayaan,
Dan keselesaan hidup, nama dan glamour,
Diberi oleh Tuhan kepada musuh-musuhNya,
Kerana yang Tuhan beri itu nilaiannya
Sebelah sayap nyamuk pun tidak ada.

Sebab itulah kesenangan di dunia ini 
Tuhan bagi kepada orang yang berkuasa,
Kepada raja-raja, orang yang kaya-kaya
Agar di Akhirat kelak mereka papa kedana
Bahkan di azab berpanjangan di dalam Neraka
Yang azabnya patah lidah nak menceritakannya
Kerana itulah kalau Tuhan benci seseorang itu, dilebihkan dunianya.

Kalau seseorang itu disayangi oleh Tuhan
Dikurangkan dunianya, dilebihkan Akhiratnya,
Begitulah cara Tuhan kasih kepada seseorang,
Sebab itu seseorang itu di dunia ini serba ada, kuasa dan kekayaan,
Nama dan glamour dan entah apa lagi bentuk kemewahan dan kesenangan,
Janganlah berbangga,
Jangan-jangan orang itu di dalam kutukan Tuhan.

Ada juga kekasih Tuhan seperti sebahagian Rasul-Rasul 
Diberi kekuasaan dan kekayaan itu,
Tujuannya Tuhan untuk memberi contoh
Kepada manusia yang berkuasa dan yang kaya,
Supaya mengikut suri teladan mereka itu,
Kalau tidak ada contoh susah nak melakukan kebaikan, 
Seperti yang dikehendaki oleh Tuhan,

Itu adalah untuk menyelamatkan manusia sebagai rahmat Tuhan,
Tetapi itu bukan sebagai balasan Tuhan kepada kekasihNya,
Balasan Tuhan kepada kekasihNya adalah di Akhirat kelak,
Yang tidak ada tara dan tandingan.

RENUNGAN = INGATILAH DOSA


 MUHASABAH DIRI.....



Jika kita selalu mengingati DOSA kita, kita tidak nampak dosa orang lain,
apatah lagi hendak menceritakannya


Wednesday, 29 January 2014

PAHALA YANG KITA TIDAK NAMPAK TETAPI IA BERTERUSAN



*SeTiAp Yg TeRjADi ADA HiKmAH Di SebALiKnYA*
~Semoga tubuh kita tak tercalar najis, iman tak tercalit noda, niat tak tergoda nafsu…insya Allah~


السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Sedekah Jariah - Kebajikan yang tak berakhir! ilmu utk diri sndiri & saudara muslim
  • Berikan al-Quran pada seseorang, dan setiap dibaca, anda mendapatkan hasanah.
  • Sumbangkan kerusi roda ke hospital dan setiap orang sakit menggunakannya, anda dapat hasanah.
  • Berkongsi bahan bacaan yang berfaedah dengan seseorang.
  • Bantu mendidik seorang anak.
  • Ajarkan seseorang sebuah do'a. Pada setiap bacaan do'a itu, anda dapat hasanah.
  • Berkongsi CD Quran atau Do'a.
  • Terlibat dalam pembangunan masjid (fizikal/mengimarah kan ) .
  • Tempatkan water cooler di tempat umum.
  • Tanam pohon pokok . Setiap seseorang atau binatang berlindung dibawahnya, Anda dapat hasanah.

    Wallahualam...

RAHSIA FADHILAT SOLAT SUBUH BERJEMAAH






Ganjaran pahala solat Subuh mengatasi keindahan dunia sebagaimana sabda Rasulullah saw lebih-lebih lagi apabila dilakukan secara berjemaah :

"Berilah khabar gembira kepada orang-orang yang berjalan ke masjid-masjid di waktu gelap bahawa dia akan mendapat cahaya yang sempurna di Akhirat kelak." (Hadith riwayat Abu Daud dan Tirmidzi)

Jagalah solat Subuh kerana ia menggerunkan kaum kafir kerana kesatuan kita dan menjadi lambang kekuatan kita umat Islam.

Rasulullah saw mendoakan umatnya yang bergegas dalam melaksanakan solat Subuh, sebagaimana disebutkan dalam hadis :

"Ya Allah, berkatilah umatku selama mereka suka bangun subuh (iaitu mengerjakannya)." (Hadis riwayat Tirmidzi, Abu Daud, Ahmad dan Ibnu Majah)

Sabda Rasulullah saw :

"Seseorang mukmin yang mengerjakan solat Subuh selama 40 hari secara berjemaah, akan diberi oleh Allah swt dengan dua kebebasan, iaitu dibebaskan daripada api neraka dan dibebaskan daripada nifaq (sifat munafik)"

Diriwayatkan daripada Muslim daripada Uthman bin Affan berkata, Rasulullah saw bersabda yang maksudnya :

"Barang siapa yang solat Isyak berjemaah maka seolah-olah dia telah solat setengah malam, barang siapa solat Subuh berjemaah, maka seolah-olah dia telah melaksanakan solat malam satu malam penuh." (Hadis riwayat Muslim)
 

Sunday, 26 January 2014

Tuesday, 21 January 2014

KISAH BILAL BIN RABAH SELEPAS KEWAFATAN RASULULLAH SAW



Setelah Rasulullah wafat , semua sahabat Rasulullah betul betul rasa kehilangan dan sangat sedih. salah seorang sahabat Rasulullah yang berasa demikian ialah BILAL BIN RABAH r.a.. selepas kewafatan Baginda, Bilal terus berhijrah ke Syam (sekarang SYRIA). Ini gara-gara kerana beliau yang sangat sedih . Pernah ada suatu hari tu, waktu Saidina Umar Al Khatab jadi pemerintah, bertanya kepada para sahabat. "Di mana Bilal ?" dan sahabat menjawab, "Ya Amirul mukminin, Bilal ada di Syam"

Pada suatu hari, Bilal telah bermimpi Rasulullah yang macam beri petanda untuk Bilal menziarahi Baginda di Madinah. kemudian, Bilal pun berangkat ke Madinah semula. Sampai sahaja di Madinah, Bilal berjumpa para sahabat. Saidina Abu Bakar dengan Saidina Umar Al khattab ni pun menyuruh Bilal melaungkan azan memandangkan bumi Madinah sudah lama tidak dihujani suara azan Bilal. Tetapi, apakan daya, Bilal menolak permintaan mereka . Para sahabat mengerti akan perasaan Bilal yang tidak mampu melaungkan azan sepertimana yang pernah beliau laungkan azan untuk Rasulullah waktu dulu. Setiap sudut, setiap ketika, kenangan bersama Rasulullah sentiasa bermain di fikiran Bilal.

(ada satu sumber ni menyatakan, ketika zaman Rasulullah masih ada, sebelum Bilal naik ke menara masjid untuk laungkan azan, Bilal tak pernah lupa untuk mengetuk sebuah bilik kecil di bahagian bawah tangga itu dimana itu ialah bilik Rasulullah. sebab itulah, selepas wafatnya Baginda, Bilal berasa tersangatlah sayu untuk melaungkan azan di Madinah kerana sebelum ke atas menara tersebut, pasti akan melalui bilik kecil tersebut.)

Kemudian setelah permintaan sahabat ditolak, datanglah dua orang cucu kesayangan Rasulullah SAW, iaitu Hasan dan Husin. mereka berlari lari anak kepada Bilal dan betapa Bilal berasa senang hati dan sejuknya pandangan sehingga Bilal memeluk permata Rasulullah tu erat erat. diciumnya mereka seperti mana Bilal mencium Rasulullah ketika hidup. Tiba-tiba Hassan dan Husin meminta Bilal untuk melaungkan azan sepertimana beliau pernah laungkan sewaktu Rasulullah hidup dahulu. oleh sebabnya kasihnya Bilal kepada Baginda, dan mengenangkan bahawa Hasan dan Husin itu keturunan Baginda, Bilal bersetuju untuk melaungkan azan.

Setelah sekian lama , kini Bilal bin Rabah membuat kemunculan dengan melaungkan azan buat pertama kalinya setelah kewafatan Rasulullah SAW di Madinah. apabila azan dilaungkan, seluruh pelusuk penduduk Madinah terkejut, semangat dan terus keluar daripada rumah masing masing dan menyangka bahawa Rasulullah telah hidup kembali kerana kerinduan mereka kepada Baginda apabila terdengar azan yang dilaungkan Bilal, memang mereka ingat yang Baginda seolah olah hidup kembali.

Bilal bin Rabah pun memulakan azan dengan menyebut الله أكبر الله أكبر , seluruh penduduk terdiam . Kali kedua Bilal sebut الله أكبر الله أكبر , bercucuran air mata para sahabat :') . mereka merasakan seperti Rasulullah ada bersama mereka ketika tu . Bilal kemudiannya menyebut أشهد أن لا إ له إلا الله , dan bila Bilal sebut أشهد أن محمدا رسول الله , Beliau terus terduduk dan menangis teresak esak . Para sahabat datang kepada Bilal , tanya kenapa dangan beliau . Beliau berkata "aku amat merindui Rasulullah . Dan sewaktu aku menyebut أشهد أن محمدا رسول الله aku seperti ternampak nampak Rasulullah sedang datang untuk solat bersama sama kita" .

Setelah penduduk mengetahui perkara sebenar (dan jangkaan mereka mengenai Rasulullah kembali itu tidak betul) mereka teruss menangis kerana perasan RINDU YANG TERAMAT SANGAT terhadap junjungan mulia Nabi Muhammad SAW. :'(. laungan azan Bilal bin Rabah yang begitu indah mengembalikan setiap detik dan saat bersama Rasulullah ketika dahulu. Dan diriwayatkan juga, tidak pernah ada kedengaran suara
tangisan yang kuat di Madinah melainkan hari tersebut :'(


p/s : Adakah kita pernah menangis kerana rindukan Rasulullah SAW ?
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...